3 Alasan Pemasar Beriklan Di Media Sosial Daripada di Mesin Telusur

Iklan tradisional melalui mesin telusur selama satu dekade telah terbukti mampu mendorong traffic dan penjualan bisnis. Tapi iklan di media sosial yang kini tengah jadi trend sepertinya menawarkan nilai jangka panjang yang lebih terutama bagi produk-produk gaya hidup.

Di kategori gaya hidup, misalnya fashion dan home decor, iklan mesin telusur menjadi tantangan tersendiri. Mengapa? karena iklan melalui media tersebut sulit untuk memicu respon emosional terhadap produk tersebut dan pengguna baru akan menggunakan mesin telusur ketika mereka tahu apa yang ingin dibeli.

Sedangkan iklan di media sosial memungkinkan pemasar menciptakan konten visual yang menginspirasi konsumen untuk mengklik, engage dan berbagi.

Berikut tiga alasan lain mengapa iklan di media sosial lebih unggul daripada iklan mesin telusur.

Iklan media sosial mendorong traffic dan ekuitas merek
Ketika kita menggunakan iklan mesin telusur kita hanya mendapatkan klik. Sedangkan, ketika kita menggunakan iklan media sosial, tak hanya klik yang kita dapatkan, tetapi juga impresi dan klik dari jaringan konsumen yang men-share iklan kita.

Hal itu seketika menciptakan efek Halo bagi kampanye bisnis kita, meningkatkan ekuitas merek dan pengembalian modal iklan. Misalnya, kita mempromosikan bisnis kita di Twitter, semakin tweet kita diminati dan banyak di-share, semakin besar peluang egagement yang kita peroleh dan semakin berpotensi ekuitas merek kita ciptakan. Akhirnya, engagement dan ekuitas mereklah yang mendorong lebih banyak traffic di masa mendatang.

Iklan media sosial picu pembelian dalam kategori produk visual.

Iklan media sosial menawarkan sebuah kanvas yang lebih besar – daripada iklan mesin telusur – bagi pesan produk kita, terutama pada platform visual seperti Pinterest, Polyvore, dan Instagram.

Platform media sosial tersebut ideal bagi kategori produk seperti fashion dan home decor di mana penggunaan konten visual bisa menginspirasi konsumen dan menjadi kunci untuk memicu pembelian.

Iklan media sosial dorong engagement jangka panjang.

Menciptakan iklan di media sosial yang beresonansi dengan konsumen dapat mendorong engagement yang lebih dalam dan dalam jangka panjang karena konsumen merasa terlibat secara personal dengan produk dan merek. Ini menjadi perbedaan mencolok dengan iklan mesin telusur, di mana konsumen bisa melihat tampilan produk hanya ketika akan membeli.

Jadi, pilih ngiklan di mesin telusur atau media sosial?
(Mashable)

sumber http://www.marketing.co.id

Ayo bagikan Artikel ini